SLEMAN - Menanamkan jiwa gotong royong dan semangat kerja sama menjadi salah satu fokus Yayasan Globalisasi Saemaul, melalui program pelatihan Pabrik Saemaul Undong. Program ini membekali tenaga kerja di perusahaan asal Korea dengan kemampuan komunikasi efektif khususnya dalam menghadapi perbedaan budaya yang kerap menjadi tantangan di lingkungan kerja.
Menjadi agenda tahunan sejak 2022, Yayasan Globalisasi Saemaul kembali menggelar pelatihan Pabrik Saemaul Undong bagi tenaga kerja dari sejumlah perusahaan Korea yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tahun ini, pelatihan mengusung tema "Komunikasi efektif di lintas budaya". Kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter tenaga kerja yang komunikatif, baik ketika berinteraksi dengan masyarakat maupun saat berada di lingkungan kerja yang memiliki budaya berbeda.
Pemahaman terhadap perbedaan budaya dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik, antara tenaga kerja dan lingkungan di sekitarnya. Dengan komunikasi yang efektif, diharapkan potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan produktif.
Pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang, yakni pada 12 hingga 13 September, 19 hingga 20 September, serta 10 hingga 11 Oktober.
Sebanyak 150 karyawan dari perusahaan Korea di Wilayah DIY dan Jawa Tengah, mengikuti program tersebut. Para peserta terbagi dalam tiga gelombang, dengan masing-masing gelombang diikuti sekitar 50 tenaga kerja dari tiga perusahaan asal Korea.
“Kalau dari Korea salah satu sejarahnya ada Saemaul Undong. Seperti namanya sendiri pelatihan Pabrik Saemaul mendorong karyawan-karyawan yang ada di Indonesia, yang bekerja di perusahaan Korea ini saling sedikit demi sedikit menerapkan apa yang ada di prinsip Saemaul Undong itu sendiri, yaitu kerja sama, kemudian kemandirian, ketekunan tersebut, jadi harapannya dengan hal itu para karyawan peserta ini bisa meningkatkan kapasitasnya kemudian makin menambah rasa kebersamaan gotong royong itu sendiri, dan budaya gotong royong juga sangat dekat dengan Indonesia, jadi harapannya dengan diadakan pelatihan ini, para masnyarakat dan juga peserta terutama bisa makin bekerja sama dan gotong royong” ujar Mustafiah Luthfiani Wibowo selaku Ketua Panitia Pelatihan Pabrik Saemaul Undong.
Melalui pelatihan ini, Yayasan Globalisasi Saemaul berharap nilai-nilai gotong royong dan kerja sama dapat semakin tumbuh di kalangan tenaga kerja. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarkaryawan, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan berdampak pada peningkatan produktivitas.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Danish
