BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, memperkuat kolaborasi mendukung program swasembada gula nasional, melalui pemanfaatan lahan sultan ground dan tanah pelungguh untuk budidaya tebu.

Pemanfaatan lahan sultan ground dan tanah pelungguh untuk budidaya tebu ditandai dengan tanam perdana tebu di kebun Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul.

Kegiatan tersebut dihadiri Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, bersama jajaran pemerintah daerah, perusahaan gula, serta petani tebu mitra.

GKR Mangkubumi menyebut, pengembangan tebu diarahkan ke lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk lahan wedhi kengser di pesisir selatan Bantul. Program ini akan diperluas ke Selopamioro, Imogiri, dan wilayang lain yang memiliki potensi. 

“Di lokasi ini adalah pengembangan, dan kita ingin di lokasi ini yang juga digunakan oleh masyarakat. Kemudian juga kita kolaborasi dengan tanah sultan ground yang ada, kemudian juga Bersama dengan pak lurah, dan juga tentunya bekerja sama dengan lokasi-lokasi yang dimiliki warga setempat” ujar GKR Mangkubumi selaku Komisaris Utama PT Madu Baru.

Kebun Depok sebelumnya pernah digunakan untuk budidaya tebu pada musim tanam 2021/2022. Setelah beberapa tahun tidak dimanfaatkan, lahan seluas sekitar 2,51 hektare kini kembali ditanami melalui kerja sama dengan petanin tebu lokal.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pengembangan tebu menjadi salah satu prioritas untuk mendukung kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor gula.

“Tebu ini menjadi program prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada gula, jadi gula konsumsi Indonesia Sebagian masih impor, apalagi Bantul punya jejak sejarah sebagai lumbung gula nasional di zaman dulu, sehingga penanaman tebu hari ini sesungguhnya bukan hal yang baru dalam tradisi tanam tebu di Kabupaten Bantul” ujar Abdul Halim Muslih selaku Bupati Bantul.

Bantul memiliki sejarah panjang dalam industri gula. Dari delapan pabrik gula yang pernah beroperasi, kini hanya Pabrik Gula Madubaru di Tirtonirmolo, Kasihan, yang masih beroperasi.

Reporter : Delly RBTV

Penyunting Artikel : Danish