YOGYAKARTA - Lonjakan suhu udara yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama musim kemarau meningkatkan risiko dehidrasi bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca panas ekstrem menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, yang jika dibiarkan dapat mengganggu fungsi organ tubuh dan menurunkan konsentrasi.

Dinas Kesehatan DIY dan jajaran fasilitas kesehatan mengimbau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan harian setidaknya 2 hingga 2,5 liter air per hari. Penggunaan wadah minum atau tumbler pribadi saat berpergian dianjurkan agar kecukupan cairan tetap terjaga tanpa harus menunggu rasa haus datang.

Selain menjaga hidrasi tubuh, warga juga disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein tinggi atau berenergi secara berlebihan saat terik siang hari. Kebiasaan mengonsumsi air putih secara teratur membantu sistem metabolisme, menjaga kelembapan kulit, serta meminimalkan risiko gangguan ginjal dan sengatan panas.

Sebagai langkah komplementer, penggunaan pakaian berbahan menyerap keringat dan pelindung kepala turut dianjurkan saat berada di area terbuka. Langkah-langkah preventif ini menjadi panduan kesehatan dasar yang diterapkan selama periode cuaca kering berlangsung.

Penulis Artikel: Lindah