KOTA YOGYAKARTA - Memperingati Hari Batik Nasional, sejumlah calon penumpang kereta api di Stasiun Besar Yogyakarta diajak mengenal dan mencoba langsung proses membatik.
Kegiatan yang digelar KAI Daop 6 Yogyakarta bersama komunitas Nyanting Healing ini menjadi salah satu cara memperkenalkan batik, sekaligus memberikan pengalaman kepada para penumpang tentang pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam proses pembuatannya.
Sambil menunggu waktu keberangkatan, para peserta didampingi untuk menggunakan canting dan menorehkan malam pada kain, mengikuti pola bergambar lokomotif kereta api.
Meski terlihat sederhana, proses mencanting membutuhkan ketelitian agar goresan malam tetap mengikuti pola yang telah dibuat.
Peserta juga diajak mengenal tahapan membatik, mulai dari proses mencanting hingga proses pewarnaan. Hasil karya yang dibuat selanjutnya dapat dibawa pulang sebagai cenderamata.
“Selain meningkatkan kretivitas, kegiatan ini juga bisa mengisi waktu luang sambil menunggu kereta datang. Seru juga, baru pertama kali mencoba dan ternyata asyik” ucap Rini selaku Calon Penumpang.
“Ini merupakan proses dasar membatik yang mudah. Kami memang ingin memperkenalkan pengalaman paling dasar dalam membatik, yaitu mencanting dan kemudian kainnya akan melalu proses pewarnaan. Untuk motifnya, khusus dalam kegiatan membatik di Stasiun Tugu hari ini, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Nyanting Healing memberikan motif khusus gambar kereta api” ucap Caca selaku Pendamping Membatik.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mengenalkan batik sekaligus menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap batik, termasuk di kalangan penumpang kereta api.
Reporter: Agung RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini
