YOGYAKARTA – Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026, kawasan cagar budaya di Yogyakarta mematangkan persiapan penyelenggaraan ajang Simfoni 1001 Pembatik. Agenda kebudayaan ini dijadwalkan berlangsung di sepanjang kawasan Malioboro sebagai bentuk penguatan identitas batik sebagai warisan budaya takbenda.
Kegiatan tersebut melibatkan seribu lebih perajin batik dari berbagai sentra industri kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk perajin dari kawasan Giriloyo, Bantul, serta Kotagede. Selain peragaan busana batik di ruang publik, acara ini turut menghadirkan ruang edukasi membatik langsung bagi masyarakat umum dan wisatawan.
Pemerintah Daerah DIY menilai Peringatan Hari Batik Nasional tidak sekadar momentum seremoni, melainkan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi para perajin lokal. Keterlibatan generasi muda dalam proses membatik juga menjadi fokus utama guna memastikan regenerasi pelestari budaya tetap berjalan.
Rangkaian acara ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata budaya di Yogyakarta sepanjang pekan pertama Oktober.
Penulis Artikel: Lindah
