KULON PROGO - Rendahnya serapan telur ayam di pasar membuat sejumlah peternak ayam petelur di Kulon Progo mengeluh. Stok telur hingga satu ton di salah satu peternakan, belum seluruhnya terserap pasar, sementara biaya pakan terus meningkat.

 

Kondisi ini dirasakan Wartono, peternak ayam petelur di Canden, Ngargosari, Kulon Progo. Dengan populasi sekitar 1.400 ekor ayam, ia mengaku masih memiliki stok telur sekitar satu ton.

 

Saat ini, harga telur dari kandang berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram, sementara harga eceran sekitar Rp26 ribu per kilogram. Namun, rendahnya permintaan membuat telur lebih lambat terserap.

 

Menurut Wartono, harga telur lebih banyak dipengaruhi oleh permintaan dan daya serap pasar. Saat permintaan meningkat, harga dapat naik, sedangkan ketika pasar sepi, harga cenderung turun.

 

“Pakan ternak naik, sedangkan harga telur menurun. Katanya Pemerintah mau menaikkan harga di atas Rp25 ribu, tetapi sampai saat ini belum terlaksana. Saya sebagai peternak semakin menjerit, semua jadi tidak bisa berjalan.” ucap Wartono selaku Peternak Ayam Petelur.
 

Sepinya permintaan disebut mulai terasa sejak awal September. Kondisi ini dikaitkan dengan menurunnya daya beli masyarakat seiring terdampaknya hasil pertanian akibat musim kemarau. Di sisi lain, kenaikan biaya pakan semakin menambah beban peternak.

 

Reporter: Bagas RBTV.

Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.