YOGYAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Yogyakarta, melalui PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, mendorong pemahaman mahasiswa tentang transisi energi dan dekarbonisasi. Hal ini diwujudkan melalui Seminar Nasional “From Fossil to Future” di Auditorium Grhatama Pustaka Yogyakarta.
Seminar Nasional “From Fossil to Future” ini diselenggarakan BEM KM Institut Teknologi Yogyakarta, bekerja sama dengan Program Studi Teknik Pertambangan ITY, dengan mengusung tema “Tambang untuk Transisi, Meredefinisi Peran Industri Pertambangan dalam Peta Jalan Dekarbonisasi Indonesia 2060”.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk ketenagalistrikan, pertambangan, dan pendidikan, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik.
Menurut Deri, peran sektor pertambangan, inovasi, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia pada 2060.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo menjadi salah satu pemateri dengan membahas transisi energi dan peran sektor pertambangan.
Agung menjelaskan sektor pertambangan memiliki keterkaitan erat dengan ketenagalistrikan, terutama dalam penyediaan material untuk infrastruktur listrik.
Seminar juga menghadirkan Tri Winarno dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Mekka Riadhah selaku Environmental Sustainability Department Head PT Adaro Indonesia.
Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan karena dinilai menambah wawasan tentang transisi energi, sekaligus membuka pemahaman mengenai peran generasi muda dalam mendukung dekarbonisasi nasional.
Melalui seminar ini, PLN UID Yogyakarta berupaya memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademik, sekaligus meningkatkan literasi energi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Reporter: Tim Kabar Jogja RBTV
Penyunting artikel: Widya Zahra Saharani
