SLEMAN - Pendidikan untuk meraih
sertifikat dokter di berbagai perguruan tinggi di Indonesia relatif lebih
sulit dibandingkan dengan di luar negeri. kondisi inilah yang menurut politisi Partai NasDem, Willy Aditya, harus segera dibenahi.
Sulitnya lulusan fakultas kedokteran untuk berpraktik menjadi dokter ataupun menjadi dokter manajemen, di Indonesia, menjadi sorotan dalam sebuah diskusi yang digelar di Rumah Literasi Kaliurang, Kabupaten Sleman.
Dalam diskusi publik bertajuk menata kesempatan yang adil bagi retaker dokter, tantangan dan solusi ke depan, Ketua Komisi XIII, Willy Aditya, menegaskan, untuk akan membantu para retaker ini untuk mendapatkan segera sertifikatnya agar bisa segera berpraktik menjadi dokter.
“Itulah infiltrasi pendidikan kita. Fakultas Kedokteran dibuka dimana-mana, rumah sakit hadir dimana-mana. tapi ada sebuah ekosistem yang ajaib, yang dilakukan secara sadar oleh negara dan hanya ada di Indonesia, yaitu namanya UKMPDD.” ucap Willy Aditya, Ketua Komisi XIII - Fraksi Partai Nasdem
Para lulusan Fakultas Kedokteran, banyak yang kemudian telah menjalani masa menjadi koas dan lainnya. Namun, banyak diantara mereka yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang hingga saat ini tidak segera mendapat sertifikatnya, sehingga tidak bisa menjalankan profesinya.
Salah satu korban dari kebijakan yang tidak bisa berpraktik atau menggunakan ijazah dokternya, Mikawardani berharap agar pemangku kebijakan bisa mengeluarkan kebijakan yang adil.
Aturan yang diterapkan sekarang, Mikawardani, baru akan memperoleh sertifikatnya setelah mengikuti RPL atau Recognisi Pembelajaran Lampau. Padahal seluruh proses pendidikan untuk menjadi dokter sudah dijalani dan diselesaikan.
“Untuk selaku pemangku kebijakan, berikan hak kami, yaitu hak sertifikat profesi atau ijazah dokter kami, karena kami karena sudah menyelesaikan seluruh Program Profesi Dokter. Jangan paksa kami untuk lulus dulu uji kompetensi baru sertifikat profesi kami diberikan, wisudawan kami menolak adanya regulasi terbaru dari Dikti yaitu RPL.” ungkap Mikawardani, Pergerakan Dokter Muda Indonesia.
Para retaker ini berharap, Presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk membuat aturan yang adil bagi mereka.
Reporter : Widi RBTV
Penyunting Artikel : Purnasari Nuraini
