BANTUL - Polres Bantul menerjunkan 1.019 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilurah) Serentak Kabupaten Bantul 2026. Pemantauan dilakukan dengan mendatangi sejumlah TPS untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, mengatakan hingga proses pemungutan suara berlangsung, situasi keamanan di wilayah Bantul masih terpantau kondusif.
Polres Bantulnberharap tahapan selanjutnya, mulai dari penghitungan suara hingga pergeseran kotak suara, dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Bahkan, dalam hal ini Pihaknya juga telah memetakan tingkat kerawanan di setiap TPS, mulai dari kategori kurang rawan, rawan, hingga sangat rawan.
Dari 648 TPS, sebanyak 633 TPS masuk kategori kurang rawan sejumlah 14 TPS rawan, dan satu TPS sangat rawan.
Beberapa wilayah dengan TPS rawan antara lain Patalan, Jetis, Ngestiharjo (Kasihan), dan Ringinharjo. Pola pengamanan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing TPS.
Polres Bantul juga menyiapkan tim untuk memantau situasi, terutama saat penghitungan suara dan pergeseran kotak suara.
“Satu kotak suara kita tempatkan dua personel untuk mengampu satu TPS. Memang kita maksimalkan untuk pola pengamanan, tiga kategori kurang rawan, rawan, dan sangat rawan. 1.019 personel, jadi ada tim mobiling yang akan memantau perhitungan sampai dengan pergeseran kotak suara. Ini akan kami pantau oleh tim monitoring, yang menjamin keamanan,” ujar AKBP Bayu Puji Hariyanto selaku Kapolres Bantul.
Reporter: Delly RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
