SOLO – Dinas Perhubungan Kota Surakarta melakukan sterilisasi parkir di kawasan Simpang Mesen, Solo, Jawa Tengah, tepatnya di timur Masjid Raya Sheikh Zayed. Namun, rencana tersebut mendapat keluhan dari puluhan orang juru parkir.
Sebanyak 56
juru parkir mengaku terdampak secara ekonomi akibat sterilisasi parkir di
kawasan Mesen, Gilingan, Banjarsari, Kota Solo tersebut. Mereka pun menggelar
aksi damai, di lokasi yang berdekatan dengan Masjid Zayed tersebut.
Sambil
membentangkan sejumlah spanduk, mereka meminta Pemkot Surakarta tetap mengizinkan
parkir secara insidental. Mereka mengaku parkir tersebut menjadi sumber
pendapatan, bagi warga sekitar.
Para jukir yang tergabung dalam Paguyuban Parkir Zayed tersebut menilai, jika Simpang Mesen disterilkan sepenuhnya, maka mereka kehilangan mata pencaharian.
“Ya, kita sebagai warga terdampak yang dulu dari pihak Masjid Raya Sheikh Zayed, harapannya seperti apa? Ya, kembali ke masyarakat. Ini kan paguyuban keluarga, bukan ormas. Dari parkir kita juga menyisihkan bayar pajak. Ekosistem kita juga banyak, ada CCTV 14 titik, ada kebersihan juga ada satgas Dinamitra.” ucap Lanyono selaku Ketua Paguyuban Parkir Zayed
Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Kota Surakarta melakukan sterilisasi parkir di kawasan Mesen, per 29 September 2026. Pihak Pemkot mengimbau seluruh aktivitas parkir dialihkan di lahan eks Maku Denbekang yang sekarang menjadi pusat parkir terpadu untuk kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV.
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.
