SOLO - Ribuan orang warga mengikuti tradisi Grebeg Maulud Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Warga memadati lokasi untuk berebut gunungan yang diyakini mampu membawa berkah.

Empat gunungan menjadi pusat acara dalam tradisi puncak hajat dalem, Grebeg Maulud Keraton Surakarta. Gunungan berisi hasil bumi tersebut kemudian diperebutkan warga yang menghadiri grebeg maulud.

Sebagian warga meyakini hasil bumi gunungan grebeg maulud, mampu membawa berkah tersendiri. Salah satunya bagi Sutarno, salah satu warga yang jauh-jauh datang dari Wonogiri untuk mengikuti tradisi.

“Berkahnya untuk nambah rezeki hasil dari ternak, setiap tahun ikut” ujar Sutarno selaku warga Wonogiri.

Sebelumnya, dua pasang gunungan tersebut dikirab, mulai dari lingkungan Keraton, menuju Masjid Agung Surakarta. Tradisi ini menjadi puncak hajad dalem grebeg maulud, atau sekaten Keraton Surakarta

“Peringatan kelahiran Nabi Muhammad dari Keraton Surakarta, acara sekaten puncaknya di grebeg maulud ini. Grebeg maulud ini merupakan wujud syukur Keraton dan masyarakat juga abdi dalem seluruh wilayah Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad, semoga rakyat kita, masyarakat keraton dan abdi dalem semuanya bisa meniru sikap teladan Nabi Muhammad” ujar Muhtarom selaku Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta.

Tradisi sekaten dan grebeg maulud, menjadi tradisi rutin Keraton Surakarta, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Tak hanya tontonan, tradisi ini sarat makna kehidupan, yang berarti mensyukuri nikmat dari tuhan.

Reporter : Rizki Budi Pratama RBTV

Penyunting Artikel : Danish