YOGYAKARTA - Digital detox merupakan praktik membatasi atau menghentikan sementara penggunaan perangkat maupun platform digital untuk mengurangi distraksi, kelelahan digital, dan tekanan akibat paparan konten yang terus-menurus.Praktik ini tidak selalu berarti meninggalkan ponsel sepenuhnya. Pengguna dapat memulainya dengan mematikan notifikasi yang tidak penting, membatasi waktu penggunaan aplikasi, atau menghindari kebiasaan menggulir media sosial sebelum tidur. Waktu luang juga dapat dialihkan ke aktivitas offline, seperti berolahraga, bersepeda, membaca, dan menulis jurnal.
Bagi Gen Z yang memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, belajar, dan mencari informasi, digital detox dapat menjadi cara untuk mengevaluasi kebiasaan digital sehari-hari. Namun, manfaatnya terhadap kesehatan mental masih perlu dipahami secara proporsional. Penelitian Jeffrey Lambert rekan-rekannya, yang diterbitkan pada 2022 dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, melibatkan 154 peserta dengan usia rata-rata 29,6 tahun. Peserta dibagi menjadi kelompok yang berhenti menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok selama satu minggu serta kelompok yang tetap menggunakannya seperti biasa.
Hasilnya menunjukan bahwa berhenti menggunakan media sosial selama satu minggu dapat meningkatkan kesejahteraan serta menurunkan skor depresi dan kecemasan. Namun, manfaat jangka panjangnya belum diketahui. Sebaliknya, penelitian Andrew K. Przybylski dan rekan-rekannya pada 2021 terhadap 600 peserta tidak menemukan peningkatan kesejahteraan setelah berhenti menggunakan media sosial selama satu hari. Bahkan, beberapa peserta mengalami penurunan keterhubungan sosial dan kepuasan harian. Perbedaan ini menunjukan bahwa dampak digital detox bergantung pada durasi, kebutuhan sosial, dan aktivitas pengganti. Praktik ini bukan pengobatan gangguan mental, melainkan upaya mengatur kebiasaan digital agar penggunaan media sosial lebih seimbang dan tidak menggangu keseharian.
Penulis Artikel : Dyna Mulia Safitri
REHAT DARI SCROLL: BENARKAH DIGITAL DETOX BIKIN GEN Z LEBIH SEHAT?
Oleh Rina Maulita • 14 Oct 2026 22:00 WIB • 13 dibaca
IKLAN SPONSOR
IKLAN SPONSOR
Berita Terkait
CELANA BALON JADI TREN FESYEN 2026, INI EMPAT INSPIRASI PADU PADANNYA
16 Oct 2026 20:30 WIB
TIKET LAMA, CERITA YANG TAK IKUT KEDALUWARSA
16 Oct 2026 19:50 WIB
BUKAN SEKADAR BAJU MURAH, THRIFTING JADI CARA ANAK MUDA MENEMUKAN GAYA
16 Oct 2026 19:50 WIB
