YOGYAKARTA - Aplikasi Strava tidak hanya digunakan untuk mencatat jarak dan kecepatan saat berlari. Melalui fitur peta aktivitas atau heatmap, pengguna dapat melihat jalur yang sering dilalui komunitas olahraga. Data tersebut dapat membantu pelari menemukan rute ketika ingin mencoba lokasi baru.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan ketika menentukan rute lari. Jalur yang populer di aplikasi belum tentu memiliki trotoar yang memadai, penerangan yang baik, atau kondisi jalan yang aman bagi pejalan kaki. Strava menjelaskan bahwa Global Heatmap, menampilkan kumpulan aktivitas publik pengguna selama satu tahun terakhir. Data tersebut diperbarui setiap bulan dan dapat membantu pengguna mengenali area yang sering dilalui pelari maupun pesepeda. Meski demikian, peta aktivitas tidak secara langsung menunjukkan kualitas fasilitas pedestrian di suatu lokasi.

Persoalan ini menarik untuk dilihat dalam konteks kota-kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Keberadaan ruang terbuka dan jalur pedestrian dapat mendukung kebiasaan berolahraga, tetapi kenyamanan pengguna tetap bergantung pada kondisi fasilitas yang tersedia.

Karena itu, rute yang terlihat ramai di Strava perlu dibandingkan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Pelari perlu memperhatikan permukaan jalan, lalu lintas kendaraan, penerangan, serta akses untuk pejalan kaki sebelum memilih jalur olahraga.

Pada akhirnya, aplikasi dapat membantu menunjukkan ke mana orang biasa berlari, tetapi belum tentu menjawab apakah jalur tersebut nyaman dan aman untuk semua orang. Popularitas rute seharusnya menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya ukuran dalam memilih tempat berolahraga.

Penulis Artikel: Dyna Mulia Safitri