YOGYAKARTA - Perut mendadak melilit, rasa mual datang berulang kali, lalu harus bolak-balik ke kamar mandi. Keluhan seperti ini bisa membuat aktivitas sehari-hari terhenti. Banyak orang menganggapnya sebagai gangguan pencernaan biasa, padahal gejala tersebut dapat disebabkan oleh infeksi saluran cerna maupun keracunan makanan.

Flu perut atau gastroenteritis merupakan kondisi ketika saluran pencernaan mengalami peradangan, umumnya akibat infeksi virus, meskipun penyebab lain juga mungkin terjadi. Sementara itu, keracunan makanan dapat muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme berbahaya maupun racunnya.

Keduanya dapat menimbulkan gejala serupa, seperti mual, muntah, diare, kram perut, dan terkadang demam. Karena kemiripan tersebut, menentukan penyebabnya hanya berdasarkan satu gejala tidak selalu mudah.

Waktu munculnya keluhan dapat menjadi salah satu petunjuk. Keracunan makanan bisa menimbulkan gejala dalam hitungan jam, tetapi pada kasus tertentu keluhan baru muncul setelah beberapa hari. Gastroenteritis akibat virus juga memiliki masa inkubasi yang berbeda-beda, bergantung pada virus penyebabnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan melalui muntah dan diare, seseorang dapat mengalami mulut kering, rasa haus berlebihan, urine berkurang, tubuh lemas, hingga pusing. Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami komplikasi akibat kekurangan cairan.

Saat diare terjadi, cairan perlu diganti secara bertahap. Larutan oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Makanan sebaiknya tetap dikonsumsi sesuai kemampuan, sedangkan kebersihan tangan dan keamanan makanan perlu dijaga untuk mengurangi risiko penularan atau paparan ulang.

Segera cari pertolongan medis jika terdapat darah pada tinja, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tanda dehidrasi berat, atau kondisi tubuh semakin memburuk. Demam tinggi dan diare berkepanjangan juga memerlukan pemeriksaan.

Sakit perut memang kerap dianggap masalah sepele. Namun, mengenali gejala dan menjaga kecukupan cairan dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Jika penyebabnya belum jelas, pemeriksaan tenaga kesehatan lebih aman daripada menebak-nebak penyakit atau mengonsumsi obat sembarangan.

PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI