Mudah lelah, sulit berkonsentrasi, atau merasa kurang bertenaga sering dianggap sebagai akibat kesibukan sekolah dan kuliah. Namun, keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan, termasuk anemia. Kondisi ini perlu dikenali agar tidak diabaikan.
Hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika kadarnya rendah, seseorang dapat mengalami kelelahan, lemas, pusing, atau kesulitan berkonsentrasi. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh anemia sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah kekurangan zat besi. Zat gizi ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin. Sumber zat besi dapat ditemukan pada daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sejumlah sayuran.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Vitamin C dari buah-buahan, seperti jeruk dan jambu biji, juga dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber pangan nabati.
Remaja putri perlu memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan zat besi karena kehilangan darah saat menstruasi dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Program pemberian tablet tambah darah dapat menjadi salah satu upaya pencegahan sesuai anjuran pemerintah dan tenaga kesehatan.
Tidak semua keluhan lemas berarti anemia, dan tidak semua orang perlu mengonsumsi suplemen zat besi tanpa pemeriksaan. Penggunaan suplemen sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan karena kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan masalah.
Bagi Generasi Z, menjaga asupan gizi bukan sekadar mengikuti tren makanan sehat. Kebiasaan makan yang beragam dan pemeriksaan saat mengalami keluhan berkepanjangan dapat membantu menjaga energi serta mendukung kegiatan sehari-hari.
Penulis : Kirani Saragih
