BANTUL — SD Negeri Kasihan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menjadi salah satu sekolah yang masuk radar verifikasi Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan atau SSK 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat pemahaman tentang isu kependudukan di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala SD Negeri Kasihan, Harsiana Wardani, menyampaikan bahwa peserta didiknya berada pada rentang usia enam hingga dua belas tahun yang termasuk dalam kelompok Generasi Alpha. Generasi ini tumbuh seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, dengan karakteristik mudah mengakses informasi melalui gawai serta kecenderungan pola belajar secara praktis dan visual.
Untuk mendukung program SSK tersebut, pihak sekolah mengembangkan inovasi SAKTI yang merupakan singkatan dari Sekolah Aktif, Kreatif, Tanggap Isu Kependudukan. Melalui inovasi ini, materi pendidikan kependudukan tidak hanya diterapkan secara teoretis di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui ragam aksi nyata.
Pelaksanaannya melibatkan sinergi dan kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitar. Berbagai inovasi yang dikembangkan juga diarahkan untuk selaras dengan penerapan Pendidikan Khas Jogja sesuai arahan dari pemerintah daerah.
"Tentunya dari keluarga dan juga mereka butuh pemahaman yang baik isu-isu kependudukan dan keluarga. Dari situlah sekolah kami, SD Negeri Kasihan, turut aktif menyukseskan program pemerintah mengenai program Sekolah Siaga Kependudukan" ujar Harsiana Wardani selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kasihan.
Melalui integrasi pendidikan kependudukan dan penguatan karakter berlandaskan budaya lokal, para siswa diharapkan mampu menyerap nilai-nilai keteladanan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Delly RBTV
Penyunting Artikel: Lindah
