KULON PROGO - Sejumlah penerbangan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, alami pembatalan baik berangkat maupun datang, di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sejak 6 September lalu.
Sejak kejadian pada tanggal 6 September dengan erupsinya Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung, mengakibatkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dibatalkan, diantaranya sebanyak 14 penerbangan datang dan 16 penerbangan berangkat dibatalkan dengan rute penerbangan menuju ke Jakarta.
Sementara pada hari Senin, 7 September 2026, sampai dengan pukul 11.30, sebanyak 7 penerbangan berangkat dan 8 penerbangan datang yang dibatalkan. Langkah ini diambil untuk memprioritaskan keselamatan penumpang selama penerbangan, dengan adanya potensi bahaya akibat debu dan silika yang dilontarkan saat erupsi.
Adapun di Bandara YIA sendiri telah melakukan sejumlah paper test mengenai adanya debu hasil erupsi dari Gunung Anak Krakatau, dan ditemukan hasilnya adalah negatif, sehingga operasional bandara masih sanggup beroperasi selama 24 jam untuk menampung pesawat-pesawat yang terdampak pada fenomena alam ini.
“Erupsi ini sangat perlu kita waspadai karena disana bukan hanya ada debu tapi juga ada silika yang menjadi bahan dalam pembuatan kaca, jadi memang sangat berbahaya dalam ekosistem penerbangan. Tentunya kami dari airport dalam hal ini harus memastikan kesiapan alat-alat produksi kami dalam kondisi aman, juga berdasarkan sampai dengan laporan tadi pagi untuk paper test, hasilnya untuk di Bandara YIA masih negative, jadi tidak ada debu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Jadi kami secara operasional siap memberikan layanan 24 jam” ujar Muhammad Thamrin selaku General Manager Bandara YIA.
Sementara itu, hingga pada 7 September 2026, masih belum ada pesawat yang melakukan pengalihan penerbangan menuju Bandara YIA akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Adapun Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup hingga pukul 18.00 di hari yang sama.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Danish
