KULON PROGO - Sejumlah sekolah di Kapanewon Temon, Kulon Progo, menarik kembali Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari para siswa. Langkah ini dilakukan setelah pihak SPPG menyampaikan informasi dugaan gejala keracunan di salah satu sekolah di bawah naungannya.
Salah satunya terjadi di MTs Maarif Jangkaran, Temon. Pada 16 September 2026, petugas SPPG mengantarkan paket MBG sekitar pukul 08.25, dan mulai dibagikan kepada siswa pukul 09.30.
Di tengah pembagian, pihak SPPG menginformasikan adanya dugaan gejala keracunan di SMP Muhammadiyah 1 Temon. Pihak sekolah kemudian langsung menarik paket MBG yang belum dimakan siswa.
Namun, sejumlah siswa terlanjur menyantap makanan tersebut. Beberapa diantaranya mengalami mual, pusing, dan muntah. Petugas Puskesmas memberikan pertolongan pertama berupa obat-obatan, oksigen, dan air kelapa.
“Beberapa anak yang sudah memakan itu ada yang sudah habis, ada yang belum habis, dan dari beberapa anak yang makan ada yang terindikasi keracunan, yaitu dengan tanda-tanda ada yang pusing, ada yang mual-mual, dan ada yang muntah. Kemudian dari beberapa anak, ada dua anak yang terkena indikasi itu, kemudian kita periksakan ke Puskesmas” ujar Muhammad Nizar selaku Kepala Sekolah MTs Maarif Jangkaran.
Empat siswa kemudian dibawa ke Puskesmas, sementara 25 siswa lainnya tetap di sekolah dengan gejala serupa. Salah satu siswa, Caca Silfa Oktaviani, mengaku mulai merasakan mual dan pusing sekitar pukul 10.00, setelah menyantap MBG. Ia juga menyebut daging ayam goreng yang dimakannya terdapat lendir di bagian dalam.
“Kalau rasanya enak, tapi kalau teksturnya aneh, sayurnya agak berlendir, tapi saya makan saja karena tidak tahu, setelah itu rasanya mual, pusing” ujar Caca Silfa Oktaviani selaku siswa MTs Maarif Jangkaran.
Caca kemudian mendapatkan pertolongan medis berupa obat-obatan dan oksigen. Kondisinya berangsur membaik sekitar pukul 12.00.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Danish
