YOGYAKARTA – Pagelaran seni tradisional akan turut memeriahkan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 Tahun Jawa. Salah satu pertunjukan yang dijadwalkan hadir adalah Sendratari Ramayana, yang akan digelar di Pura Pakualaman, Yogyakarta, pada 22 November 2026.
Pertunjukan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan berdirinya Kadipaten Pakualaman. Melalui pementasan tersebut, masyarakat berkesempatan menikmati seni pertunjukan yang memadukan tari, drama, musik, serta cerita yang telah dikenal dalam kebudayaan Jawa.
Ada hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Untuk pertama kalinya, Sendratari Ramayana di Pura Pakualaman dibuka bagi masyarakat umum. Sebelumnya, pertunjukan tersebut hanya diselenggarakan secara terbatas untuk lingkungan internal Kadipaten Pakualaman.
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram Pandangan Jogja, kesempatan bagi masyarakat umum ini disediakan dengan kuota terbatas, yakni sebanyak 100 orang. Kebijakan tersebut menjadi langkah untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam menyaksikan pertunjukan budaya yang digelar di lingkungan Pura Pakualaman.
Sendratari Ramayana merupakan bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan gerak tari dan unsur drama untuk menyampaikan sebuah cerita. Berbeda dengan pementasan drama yang mengandalkan dialog, sendratari lebih banyak menyampaikan alur cerita melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, kostum, serta iringan musik.
Cerita Ramayana sendiri dikenal sebagai kisah klasik yang mengangkat perjalanan Rama dalam menyelamatkan Dewi Sinta dengan bantuan berbagai tokoh, termasuk Hanoman. Kisah tersebut menghadirkan beragam nilai, seperti kesetiaan, keberanian, pengorbanan, dan perjuangan dalam menghadapi berbagai rintangan.
Dalam pementasannya, para penari tidak hanya dituntut menguasai gerakan tari, tetapi juga mampu menggambarkan karakter dan emosi tokoh yang diperankan. Perpaduan gerakan, ekspresi, tata busana, dan musik menjadi unsur penting untuk membantu penonton memahami jalannya cerita.
Kehadiran Sendratari Ramayana dalam peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni pertunjukan tradisional kepada masyarakat yang lebih luas. Pertunjukan semacam ini dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin mengenal kebudayaan Jawa secara langsung.
Selain sebagai hiburan, pagelaran seni tradisional memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Melalui pertunjukan yang dapat dinikmati secara langsung, masyarakat bisa mengenal kekayaan seni daerah sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dibukanya kesempatan bagi masyarakat umum juga memberikan pengalaman berbeda, karena penonton dapat menyaksikan pertunjukan budaya di lingkungan Kadipaten Pakualaman. Hal ini sekaligus memperkenalkan keberadaan dan peran ruang budaya tersebut dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi dan memperkuat apresiasi terhadap kebudayaan lokal. Kehadiran Sendratari Ramayana menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan seni tradisional agar tetap dekat dengan kehidupan masyarakat.
Masyarakat yang tertarik menyaksikan pertunjukan ini dapat memantau informasi pendaftaran melalui kanal resmi Kadipaten Pakualaman. Mengingat kuota yang disediakan terbatas, calon penonton perlu memperhatikan pengumuman mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran sebelum menghadiri acara tersebut.
Penulis Artikel: Purnasari Nuraini
