Kesenian kethoprak menjadi salah satu warisan budaya yang masih dijaga oleh masyarakat Yogyakarta. Di kemajuan zaman saat ini dan perubahan minat generasi muda, kesenian tradisional tetap ada dan dihidupkan melalui berbagai pertunjukkan.
Kethoprak, bentuk seni pertunjukan tradisional Jawa yang menggabungkan dialog, cerita, alunan musik gamelan, dan tampilan para pemain. Cerita yang biasanya diangkat tentang kehidupan masyarakat, sejarah, hingga kisah kerajaan Jawa.
Kethoprak juga menjadi sarana untuk menyampaikan nilai kehidupan kepada penonton. Pesan mengenai kebersamaan, kesetiaan, tanggung jawab, dan kehidupan bermasyarakat disampaikan melalui cerita dan karakter yang dimainkan.
Para seniman terus berusaha supaya kethoprak dapat diterima oleh masyarakat saat ini. Salah satu caranya dengan menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari tanpa menghilangkan unsur tradisional dalam pertunjukan.
Generasi muda juga mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan seni dan pertunjukan. Keterlibatan dianggap penting untuk menjaga kesenian tradisional sekaligus membentuk generasi baru seni.
Kehadiran kethoprak menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman. Dengan dukungan masyarakat dan partisipasi generasi muda, warisan budaya bisa terus dipelajari, dipertunjukkan, dan dikenal oleh generasi baru.
Yogyakarta sebagai salah satu pusat budaya Jawa pun terus menjadi ruang bagi tumbuh dan berkembangnya berbagai seni tradisional. Pelestarian budaya bukan hanya soal mempertahankan masa lalu, tetapi juga memastikan warisan tetap relevan di masa kini.
penulisan artikel: Kirani
