YOGYAKARTA - Begadang sering sekali dianggap sebagai hal yang biasa, terutama ketika seseorang harus menyelesaikan tugas atau pekerjaan hingga tengah malam. Namun, tidur terlalu larut bisa mengganggu jam alami tubuh dan berdampak negatif pada kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Konsultan tidur dan ahli saraf Chelsie Rohrscheib menjelaskan bahwa tidur di luar jadwal yang sesuai dengan ritme tubuh alami bisa menyebabkan kualitas tidur memburuk dan meningkatkan kemungkinan terkena berbagai masalah kesehatan.

Gangguan pada pola tidur dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, obesitas, demensia, serta depresi.

Selain waktu tidur yang terlalu larut, kurangnya waktu tidur juga menjadi hal yang penting diperhatian. Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa kurang tidur secara terus-menerus bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung serta pembuluh darah. Kondisi tersebut juga bisa membuat konsentrasi, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir menjadi menurun.  

Untuk orang dewasa, Kemenkes menyarankan supaya tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Membiasakan diri tidur tepat waktu, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dan menghadiri minum kafein sebelum tidur bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.

Dengan demikian, begadang bukan hanya membuat tubuh merasalelah dan mengantuk di pagi hari. Jika sering terjadi, kurang tidur bisa menganggu berbagai fungsi tubuh. Sebab itu, tetap mengatur jadwal tidur secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Penulis Artikel: Kirani Saragih