YOGYAKARTA – Melihat teman sebaya mencapai berbagai hal yang terkadang membuat seseorang merasa ketinggalan. Mulai dari lulus kuliah, mencari pekerjaan, hingga urusan pribadi, kesuksesan orang lain selalu membuat seseorang berpikir tentang pencapain dirinya sendiri.

Perasaan semakin mudah muncul di masa kini karena adanya media sosial. Dalam waktu singkat, seseorang bisa melihat banyak postingan tentang kesuksesan orang lain, yang kemudian membuatnya terbiasa membandingkan diri sendiri dengan orang tersebut.

Paparan terhadap perbandingan sosial di media sosial bisa terkait dengan menurunnya rasa percaya diri seseorang. Kondisi ini terjadi Ketika seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses.

Padahal, unggahan di media sosial biasanya hanya menampilkan sebagian dari kehidupan seseorang. Foto kelulusan, tidak selalu menggambarkan usaha dan kesulitan yang dirasakan sebelum berhasil.

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat membuat seseorang tidak menghargai pencapaian yang telah dicapai. Kemajuan kecil, seperti menyelesaikan tugas, melewati masa sulit, atau berani mencoba hal baru, sering kali dianggap tidak penting karena merasa belum mencapai sesuatu yang besar.

Jika terus berlangsung, cara berpikir dapat mengubah bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk dipahami bahwa setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, tantangan, dan waktu yang berbeda dalam menjalani kehidupan.

Salah satu langkah yang bisa dicoba adalah mengurangi kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, termasuk membatasi penggunaan media sosial jika mulai membuat perasaan buruk. Selain itu, seseorang bisa memperhatikan pertumbuhan diri sendiri dan menghargai setiap pencapaian yang telah berhasil dicapai.

Keberhasilan orang lain tidak harus menjadi acuan untuk menilai harga diri. Pencapaian bisa menjadi contoh yang menginspirasi tanpa membuat seseorang merasa tidak berhasil atau ketinggalan.

Pada akhirnya, perjalanan hidup setiap orang tidak selalu berjalan dengan kecepatan yang sama. Menghargai proses yang telah dilalui diri sendiri dan menentukan tujuan berdasarkan kemampuan yang ada bisa membantu, membangun cara berpikir tentang kehidupan yang lebih sehat.

Jika perasaan tidak berharga atau tekanan emosional terus terjadi, hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, mencari bantuan dari orang yang tepercaya atau tenaga profesional kesehatan mental bisa menjadi langkah yang tepat.

 penulis artikel: Kirani Saragih