JOGJA - Minum kopi atau teh menjadi kebiasaan sehari-hari untuk menghilangkan rasa mengantuk dan membantu tubuh lebih fokus. Namun, jika mengonsumsi kafein terlalu berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Bagi kebanyakan orang dewasa, batas aman untuk konsumsi kafein adalah sekitar 400 miligram per hari atau setara tiga hingga empat gelas kopi hitam. Meski begitu, tingkat toleransi setiap orang terhadap kafein berbeda-beda.
Mengonsumsi kafein terlalu banyak bisa mengganggu kualitas tidur. Kafein bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan jam tidur, zat tersebut bisa mengganggu pola tidur dan membuat tubuh terasa Lelah di pagi hari.
Selain itu, kafein berlebih dapat memicu rasa cemas dan gelisah. Pengaruh memicu sistem saraf ialah rasa gugup hingga tangan gemetar.
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah naik untuk sementara waktu. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, kondisi ini bisa menimbulkan rasa jentung berdebar-debar dan membuat tidak nyaman.
Asupan kafein dalam jumlah berlebihan bisa menganggu penyebaran kalsium oleh tubuh. Jika dicukupi dengan asupan, kalsium, kondisi ini bisa menyebabkan pengaruh negative terhadap kepadatan tulang dalam jangka waktu yang lama.
Sementara itu, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafein sesuai petunjuk dokter karena konsumsi kafein berlebih dapat meningkatkan Risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada janin.
Untuk mengurangi kafein, sebaiknya dilakukan perlahan supaya tidak mengalami gejala seperti pusing atau perubahan mood. Perhatikan juga sumber kafein lainnya seperti teh, coklat, minuman berkarbonasi, dan minuman energi.
Mengurangi kafein tidak berarti harus berhenti minum kopi sama sekali. Yang terpenting adalah mengatur waktu, dan jumlah konsumsinya.
penulis artikel: Kirani Saragih
