SLEMAN - Lebih dari 500 galon plastik bekas di SD Purwosari, Mlati, Sleman, diubah menjadi pot untuk menanam berbagai jenis sayuran. Inovasi ini tak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran pertanian bagi siswa.

Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, siswa SD Purwosari, Mlati, Sleman terlibat langsung dalam proses menyemai, menanam, merawat, hingga memanen sayuran. Beragam tanaman dibudidayakan, mulai dari kangkung, tomat, sawi, cabai, hingga mentimun.

“Karena memang ada program di kurikulum, kita mengangkat tema ketahanan pangan. Ini bagian dari edukasi yang kita integrasikan antara pendidikan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Saat ini kita menanam menggunakan sekitar 500 lebih galon yang ditanam anak-anak dengan berbagai jenis tanaman. Tanamannya kita sengaja tanam berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda karena tujuannya untuk edukasi. Semakin banyak tanaman yang kita tanam, harapannya nanti siswa lebih banyak tau tentang jenis aneka ragam tanaman dan cara perawatannya,” ujar Zainuri selaku Kepala SD Purwosari, Mlati, Sleman.

Kebun ini juga memanfaatkan limbah organik, termasuk sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diolah menjadi pupuk cair. Dengan demikian,siswa belajar menerapkan pengelolaan limbah sekaligus budidaya tanaman.

“Untuk kegiatan ini, alhamdulillah Rp0, karena kita menggali potensi yang sudah ada di sekolah. Misalkan pot, kami sengaja menggunakan galon, tujuannya karena kita memanfaatkan limbah galon yang ada di sekolah. Saat ini kan ada ratusan galon yang di hasilkan sekolah kita manfaatkan. Termasuk media tanah, kami memanfaatkan kompos-kompos yang ada di sekolah kami. Di kota kan tidak bisa pembakaran sampah, maka kemudian kompos-kompos itu tertimbun. Alhamdulillah kita menemukan Solusi, ternyata kompos-kompos itu digunakan untuk media tanam, dan sangat bermanfaat,” ujar Zaenuri selaku Kepala SD Purwosari, Mlati, Sleman.

Sejak dimulai pada Agustus lalu, kebun sayur ini telah beberapa kali panen. Hasilnya dinikmati siswa dan dipasarkan ke sejumlah warung yang kini rutin memesan sayuran dari sekolah.

“Sangat senang dan bahagia, saya jadi tahu cara merawat tanaman, cara menanam, dan menyiram,” ujar Nicolas Syahputra selaku Siswa Kelas 6 Purwosari.

“Disni kita menanam tomat, cabai, terong, dan kacang Panjang,” ujar Muhammad Daffa selaku Siswa Kelas 6 SD Purwosari.

Seluruh hasil penjualan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan siswa,baik sebagai penunjang pembelajaran maupun kebutuhan lainnya. Kebun ini menjadi contoh pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan dan kemandirian sejak dini.

 

Reporter: Widi RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani