BANTUL - Sebanyak 216 siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sanden, Bantul, memamerkan game hasil karya mereka sendiri. Menariknya, game yang dikembangkan siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak ini menggunakan bahasa Jawa.
Game karya 216 siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sanden, Bantul, tersebut dikembangkan sejak Juni hingga September dengan memanfaatkan aplikasi pemrograman dan kecerdasan buatan. Dalam prosesnya, siswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan konsep hingga keterbatasan perangkat computer.
“Game-nya itu seperti Banana Kong, tetapi itu variasi sendiri dan diganti sama bahasa Jawa. Untuk prosesnya bisa satu bulan, ataupun dua minggu. Kalau sama target, bisa dua minggu. Trus memakai aplikasi scratch. Dan untuk kesulitannya, kadang error, sama kalau laptopnya tidak bisa (nge-lag),” ujar Maulida Rifa selaku Siswa – Game Developer.
Kepala SMKN 1 Sanden, Sutapa, mengatakan siswa diberi kebebasan mengembangkan game sesuai kreativitas masing-masing. Namun, karya yang dihasilkan tetap harus memuat unsur edukasi, mematuhi norma hukum, dan mengangkat muatan lokal.
Prestasi juga dicapai salah satu siswa yang berhasil masuk lima besar nasional dalam lomba inovasi siswa SMK melalui karya game-nya.
“Pembelajaran di jurusan itu ada terkait game. Pada hari ini kami memamerkan karya anak, sekitar 300 game yang dibuat bulan Juni sampai sekarang, dan ini murni karya anak-anak. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini, siswa kami yang mengikuti lomba pembuatan game tingkat nasional masuk lima besar,” ujar Sutapa selaku Kepala SMKN 1 Sanden.
Tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, karya siswa ini juga mulai menarik perhatian industri. Sejumlah perusahaan pengembang game disebut telah menjalin komunikasi untuk membuka peluang kerja sama, sekaligus memberi kesempatan bagi siswa mengembangkan kemampuan di industri kreatif digital.
Reporter: Delly RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
