YOGYAKARTA - Sekolah TInggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan status ini diresmikan Menteri Agraria dan tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional ATR, BPN, Nusron Wahid, bersama Wakil Menteri ATR, Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sabtu siang.
Peresmian Politeknik Agraria STPN, dirangkain dengan wisuda program studi sarjana terapan pertanahan, tahun akademik 2025/2026. Transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria STPN telah dipersiapkan selama beberapa tahun, meliputi penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, serta penguatan penyelenggaraan pendidikan.
Sebagai lembaga pendidikan vokasi di bidang agraria, pertanahan dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN dituntut terus adaptif mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum dan sistem pembelajaran diharapkan mampu melahirkan gagasan, inovasi teknologi, serta solusi atas berbagai persoalan agraria dan pertanahan.
Kementerian ATR BPN juga menegaskan akan terus memberikan dukungan, mulai dari penataan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pembiayaan.
Melalui transformasi ini, Politeknik Agraria STPN diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi, bekerja secara profesional, dan memiliki integritas.
“Tentunya kami berharap empat tahun yang didapatkan oleh para wisudawan akan mampu meningkatkan kualitas kompetensi yang mereka miliki, profesionalisme, tapi yang juga tidak kalah penting adalah sifat nilai-nilai kedisiplinan, nilai-nilai karakter dan juga nilai-nilai yang ada kaitannya dengan kebersamaan, gotong royong yang sudah ditanamkan oleh Politeknik Agraria STPN selama empat tahun ini” ujar Ossy Darmawan selaku Wakil Menteri Agraria RI.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish
