YOGYAKARTA - Stres akibat pekerjaan, tugas, maupun persoalan sehari-hari kerap dianggap hanya memengaruhi kondisi mental. Padahal, stres yang berlangsung terus-menerus juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk sistem kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola stres adalah melatih kesadaran diri (mindfulness) dan membiasakan diri mengenali hal-hal positif dalam kehidupan. Praktik sederhana seperti mengatur napas, bermeditasi, dan menulis jurnal rasa syukur dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kesejahteraan emosional.

Sebuah penelitian berjudul Positive Psychology Interventions and Cardiovascular Health: Frequency and Duration to Sustain Cardiovascular Benefits (2026) meninjau 18 studi mengenai intervensi psikologi positif dan kesehatan kardiovaskular. Temuannya menunjukkan adanya potensi manfaat dari praktik tersebut terhadap sejumlah indikator kesehatan jantung.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh merespons melalui mekanisme yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Jika stres berlangsung berkepanjangan, kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Latihan mindfulness membantu seseorang memusatkan perhatian pada kondisi saat ini, termasuk mengenali pikiran dan emosi tanpa langsung bereaksi terhadapnya. Sementara itu, latihan pernapasan dan relaksasi dapat membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih tenang.

Selain bermanfaat bagi pengelolaan emosi, kebiasaan tersebut berpotensi mendukung kualitas tidur dan mendorong seseorang menjalani pola hidup yang lebih sehat. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap individu dan tidak menggantikan perawatan medis.

Mengelola stres tidak selalu membutuhkan kegiatan yang rumit. Meluangkan waktu untuk bernapas secara perlahan, melakukan peregangan, bermeditasi, atau menuliskan hal-hal yang disyukuri dapat menjadi langkah awal.

Menjaga kesehatan jantung juga perlu dilakukan melalui kebiasaan lain, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, serta memeriksa tekanan darah dan kolesterol sesuai kebutuhan.

Mengelola stres bukan berarti memaksakan diri untuk selalu bahagia atau mengabaikan masalah. Sebaliknya, upaya ini membantu seseorang menghadapi tekanan dengan cara yang lebih sehat.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik dan pola makan. Kesejahteraan emosional juga patut mendapat perhatian. Dengan membangun kebiasaan sehat secara konsisten, seseorang dapat merawat kesehatan mental sekaligus mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI