SLEMAN - Tiga pekerja yang sedang menyelesaikan pembuatan talud setinggi 15 meter tertimbun longsor di Kelurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Sabtu siang. Satu pekerja berhasil menyelamatkan diri, sementara dua pekerja lainnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Akademik UGM untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa terjadi saat ketiga pekerja menggali tanah di bawah tebing untuk pembangunan talud di bantaran sungai. Diduga, karena kondisi tanah yang labil menyebabkan tebing setinggi sekitar 15 meter longsor dan menimbun para pekerja.
Warga bersama petugas BPBD Sleman dan Basarnas Yogyakarta langsung melakukan evakuasi dengan menggali timbunan tanah. Dua pekerja berhasil dikeluarkan dari timbunan dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Kejadian yang kami dapatkan merupakan
kecelakaan kerja. Ada tiga orang pekerja yang tertimbun galian saat sedang melakukan
pekerjaan dipinggir kali untuk finising talud. Selanjutnya terjadi longsoran
dan mereka tertimbun. Untuk kondisi korban saat ini, ketiganya telah berhasil
dievakuasi dalam keadaan selamat dibawa ke RSA UGM.” ucap Dhedi Prasetya selaku
Koordinator Unit Siaga Basarnas Yogyakarta
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, sementara satu pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dan selamat dari kejadian tersebut.
Midarso, salah satu korban selamat, mengatakan dirinya sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhrinya ikut tertimbun longsoran.
“Saya baru mau menyelamatkan diri,
tapi keburu tertimbun” ujar Midarso selaku korban selamat.
Ia menyebut longsoran terjadi sebanyak tiga kali. Longsoran pertama masih dalam jumplah sedikit, sedangkan material yang longsor berupa tanah.
Kasus kecelakaan kerja tersebut selanjutnya ditangani oleh Polsek Ngaglik untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Reporter: Widi RBTV.
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.
