SLEMAN - Pembangunan desa tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kolaborasi dan semangat gotong royong. Hal inilah yang diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Program yang resmi dibuka Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Selasa (13/10/2026) ini melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sejumlah pembangunan fisik menjadi sasaran, mulai dari pengecoran jalan, pembuatan talud, pemasangan paving halaman masjid, hingga rehabilitas dua rumah tidak layak huni.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Ini bagian dari yang saya sampaikan tadi, percepatan pembangunan dan kolaborasi semua institusi TNI dan rakyat. Ini sesuatu yang harus kita kedepankan, agar TNI dan masyarakat harus bersatu.” Ujar Harda Kiswaya, selaku Bupati Sleman. 
Sementara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Teguh Wiratama, menjelaskan bahwa pembangunan juga mencakup pengecoran jalan dan talud untuk mendukung akses masyarakat, serta rehabilitasi dua rumah tidak layak huni.
“Di belakang saya adalah pembangunan cor blok dan talud. Untuk cor blok ini sepanjang 500 meter, lebarnya 6 meter, ketebalannya 12 sentimeter. Untuk taludnya juga mengikuti di samping. Kemudian yang lain adalah pembangunan rehab dua rumah tidak layak huni.” Ujar Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Teguh Wiratama
TMMD Sekuyung Tahap IV ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, hingga 11 November 2026. Melalui program ini, pembangunan di Sukoharjo diharapkan semakin optimal, sekaligus memperkuat kebersamaan TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Reporter : Widi RBTV
Penulis Artikel: Dyna Mulia Safitri