YOGYAKARTA - Kegemaran membaca dan mengoleksi buku fisik terus menemukan ruangnya tersendiri di tengah gempuran media digital di Yogyakarta. Tren berburu buku bekas atau thrifting literasi di pasar-pasar tradisional kembali ramai diminati oleh pelajar, mahasiswa, dan kolektor. Aktivitas menyusuri tumpukan buku kuno menjadi pengalaman unik yang menawarkan nilai sejarah dan kepuasan tersendiri.
Kawasan pasar buku tradisional di Jogja menyediakan ribuan judul buku dari berbagai era dan disiplin ilmu dengan harga terjangkau. Pengunjung dapat menemukan novel klasik terjemahan, literatur sejarah langka, hingga majalah lama yang sudah tidak dicetak ulang. Keberadaan buku-buku langka ini menjadi daya tarik utama bagi para pencari referensi akademis maupun pecinta sastra.
Interaksi langsung antara pembeli dan penjual di lapak buku bekas menciptakan suasana transaksi yang hangat dan komunikatif. Penjual buku sering kali memiliki pengetahuan mendalam mengenai kelangkaan dan isi dari koleksi yang mereka jajakan. Proses tawar-menawar harga dan diskusi ringan seputar buku menjadi bagian penting dari ritual perburuan literasi ini.
Variasi harga yang ramah di kantong menjadikan lapak buku bekas sebagai alternatif utama untuk melengkapi koleksi bacaan harian. Pengunjung kerap menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilah lembaran buku tua demi menemukan terbitan edisi pertama atau cetakan langka. Kepraktisan akses ini membuat kawasan pasar buku tua selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan usia setiap akhir pekan.
Informasi mengenai keberadaan lokasi lapak buku bekas kini makin mudah diakses melalui ulasan konten di berbagai media sosial. Maraknya publikasi digital mengenai keunikan pasar buku bekas terus menarik minat wisatawan untuk menjadikan perburuan literasi sebagai agenda wajib saat berkunjung ke Jogja.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.