Kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman kini tengah diramaikan oleh tren wisata alam baru berkonsep riverside camping dan tempat bersantai tepi sungai. Destinasi-destinasi alami yang berlokasi di daerah Pakem, Turi, hingga Cangkringan ini menjadi tempat pelarian terfavorit bagi masyarakat urban, khususnya para pekerja dan mahasiswa yang ingin melepas penat dari padatnya rutinitas harian.

 

Mengusung konsep menyatu dengan alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan (glamping), pengelola menyediakan tenda-tenda estetik yang didirikan persis di samping aliran sungai jernih berbatuan purba. Suara gemericik air sungai yang menenangkan, rimbunnya pepohonan bambu, serta hembusan udara sejuk khas pegunungan seketika menciptakan atmosfer relaksasi yang alami dan menenteramkan jiwa.

 

Selain menyewa tenda untuk menginap, banyak juga pengunjung yang sekadar datang untuk menikmati agenda campervan harian atau minum kopi sore bersama kawan dekat. Fasilitas seperti area panggangan BBQ, persewaan kursi lipat santai, hingga akses listrik yang memadai membuat aktivitas berkemah di tepi sungai ini terasa makin praktis dan menyenangkan tanpa perlu repot membawa banyak perlengkapan dari rumah.

Para pelaku industri pariwisata lokal mencatat adanya peningkatan pesat pada angka pemesanan lokasi kamping tepi sungai ini, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional. Kesadaran masyarakat yang makin tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan mental (healing) melalui interaksi langsung dengan alam menjadi pendorong utama melejitnya tren wisata berbasis outdoors ini.

Pengembangan kawasan wisata alam berkelanjutan di Sleman ini menjadi bukti bahwa Yogyakarta selalu kaya akan pilihan destinasi. Tanpa perlu pergi jauh-jauh, keindahan sungai-sungai alami di kaki Merapi terbukti mampu menyajikan Oase kesegaran yang bikin pikiran kembali jernih dan segar.

Penulis Artikel: Lindah