YOGYAKARTA - Tren riasan wajah berpenampilan segar dan bercahaya alami natural glow masih mendominasi pilihan masyarakat pengguna kosmetik sepanjang tahun 2026. Tampilan kulit yang tampak sehat, lembap, dan jernih seperti kaca atau yang populer dengan sebutan glass skin tetap menjadi standar kecantikan favorit bagi berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.
Namun, terdapat pergeseran tren yang cukup signifikan pada pemilihan produk alas bedak complexion. Penggunaan alas bedak tebal heavy foundation, kini mulai banyak ditinggalkan oleh para pecinta kosmetik. Sebagai gantinya, masyarakat beralih ke produk alternatif seperti skin tint atau cushion bertekstur ringan yang menawarkan penutupan noda di wajah tanpa terasa berat.
Produk skin tint dinilai memberikan hasil akhir yang menyatu sempurna dengan warna kulit asli second-skin finish. Formula dasarnya yang lebih cair dan transparan membuat warna kulit tampak lebih merata secara alami, sekaligus menjaga kelembapan wajah sepanjang hari tanpa risiko riasan terlihat tebal atau retak cakey.
Selain teksturnya yang ringan, tren ini dipicu oleh perkembangan formulasi kosmetik modern yang menggabungkan kandungan pelembap dan penutrisi kulit skincare-infused makeup. Kehadiran bahan aktif seperti hyaluronic acid, niacinamide, hingga pelindung sinar UV sunscreen di dalam produk kosmetik memungkinkan pengguna untuk merawat kesehatan kulit sekaligus mempercantik penampilan dalam satu langkah praktis.
Kepraktisan ini menjadi alasan utama mengapa skin tint kian digemari oleh masyarakat urban yang beraktivitas padat. Dengan daya tahan yang cukup untuk penggunaan harian serta efek tampilan wajah segar yang serba praktis, pergeseran tren ini diperkirakan akan terus bertahan dan mendominasi pasar industri kecantikan lokal hingga beberapa waktu ke depan.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina
