Kota Yogyakarta - Upaya memperkuat kemandirian finansial Perguruan Tinggi terus dikembangkan melalui hilirisasi hasil riset dan inovasi. Universitas Ahmad Dahlan atau UAD Yogyakarta kini menghadirkan badan usaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Badan usaha ini menjadi wadah komersialisasi hasil penelitian dan karya inovasi dosen, sekaligus memperluas potensi usaha UAD di luar sektor pendidikan.
Sebelumnya, UAD telah mengembangkan usaha di bidang farmasi serta pengembangan teknologi pertahanan bersama PT Pindad. Sementara itu, badan usaha baru ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari konsultasi teknologi, pelatihan, pengujian laboratorium, hingga perdagangan.
Kehadiran badan usaha ini diharapkan mampu membawa hasil riset dan inovasi dari lingkungan kampus ke dunia usaha. Tak hanya berorientasi pada komersialisasi riset, unit usaha ini juga ditargetkan berkembang menjadi sektor bisnis baru dan membuka kesempatan kerja, termasuk bagi alumni UAD.
“Komersialisasi memang produk yang sudah dilaksanakan atau produk-produk hasil hirilisasi riset-riset dosen UAD. Juga ada produk lainnya yang terkait dengan misalnya smart farming. Kadang ada yang dijual di sini, kemudian juga produk-produk yang terkait dengan pengolahan makanan, alat-alat pengolah makanan, dan seterusnya,” ujar Muchlas M.T. selaku Rektor UAD.
Melalui pengembangan unit usaha berbasis iptek, UAD berupaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi agar hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan kampus, namun juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dunia usaha.
Reporter: Agung RBTV
Penyunting Artikel: Zahra
