KULON PROGO - Sambil membawa sejumlah atribut, sejumlah warga Kalurahan Hargomulyo, di Kapanewon Kokap, Kulon Progo, menggelar aksi demonstrasi. Aksi ini dilakukan terkait rencana regrouping atau penggabungan sekolah negeri Hargomulyo. 

Puluhan warga Dusun Tonobakal, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, menggelar aksi menolak rencana regrouping atau penggabungan SD Negeri Hargomulyo.

Aksi di depan sekolah tersebut melibatkan komite sekolah, orang tua siswa, alumni, dan warga sekitar. Mereka membawa spanduk poster, dan pamflet yang berisi penolakan terhadap rencana regrouping. 

Warga menilai rencana tersebut dilakukan secara mendadak, tanpa sosialisasi yang memadai. Mereka meminta pemerintah membatalkan regrouping dan mempertahankan SDN Hargomulyo, sebagai sekolah induk yang masih ada di wilayah tersebut.

Selain itu lokasi sekolah dinilai strategis, karena berada dekat jalan raya, kantor kalurahan, dan lapangan desa, sehingga dinilai memudahkan akses masyarakat.

“Warga tidak tahu kalau mau regrouping, kemarin SK turun mendadak. Warga juga sedih, anak psikologinya perlu tertata, bukan tiba-tiba turun SK, itu usulan dari siapa, wali tidak pada tahu. Padahal SDN Hargomulyo satu-satunya SD di Hargomulyo” ujar Rini selaku warga. 

“Kemarin siang baru kita beri tahu, baru diberi tahu oleh pihak dinas, jadi kita semua juga kaget, karena tidak ada sosialisasi, tidak ada rembukan, tiba-tiba dari dinas memutuskan untuk dipindah. Rencananya sebelum bulan sembilan, jadi tanggal 31 ini semua data harus masuk ke Dinas Pendidikan” ujar Pardiono selaku Komite SDN Hargomulyo. 

Sementara itu Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hardiyanto, membantah jika regrouping dilakukan tanpa sosialisasi. Menurutnya, rencana tersebut telah dikaji dan disosialisasikan sejak sekitar satu tahun terakhir, dengan mempertimbangkan jumlah siswa yang terus menurun. 

“Saluran komunikasi yang tidak nyambung, jadi ketika dari dinas, sosialisasi kepada tokoh masyarakat, kepada komite, kepada sekolah. Harapannya nanti dari komite, dari sekolah itu yang meneruskan ke warga. Tapi rupanya disini mungkin tidak dilakukan sehingga warga menyatakan tidak tahu, padahal di daerah lain juga kita lakukan hal yang sama dan semuanya sudah bisa berjalan” ujar Nur Hardiyanto selaku Sekretaris Disdikpora Kulon Progo.

Saat ini SD Negeri Hargomulyo hanya memiliki sekitar 42 siswa, di bawah batas minimal 60 siswa untuk mendapatkan alokasi dana BOS. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi operasional sekolah.

Menyusul adanya penolakan dari warga, Disdikpora Kulon Progo menyatakan akan meninjau kembali rencana regrouping dan mempertimbangkan opsi lain. 

Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Danish