BANTUL - Gerakan pengelolaan sampah hingga tuntas, terus digelorakan di Padukuhan Karangasem, Wukisari, Imogiri, Bantul. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar mampu mengelola sampah secara mandiri dari rumah.
Program pendampingan PNM bersama KSM Pilah Berkah Bantul, kini menyasar pengelolaan sampah organik rumah tangga. Warga, khususnya ibu rumah tangga anggota bank sampah, dilatih memanfaatkan sisa buah, kulit buah, dan sayuran menjadi eco enzyme serta pupuk organik.
“Polutan sampah organik ini menjadi salah satu dampak terjadinya global warming atau pemanasan global dari panas yang ditimbulkan sampah organik dimana rata-rata sampah organik mengandung metana, maka perlu dilakukan penanganan dan pengelolaan secara mandiri di setiap rumah dari setiap orang itu mampu mengolah sampahnya secara mandiri” ujar Arif Solikhin selaku konsultan Pilah Berkah.
Dalam pelatihan, sisa buah dan kulit buah yang telah disortir dan dicuci kemudian dimasukkan ke dalam galon bekas berisi larutan molase. Bahan tersebut selanjutnya difermentasi selama sekitar tiga bulan, hingga menghasilkan eco enzyme yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Sementara itu, sisa buah dan sayuran yang mulai membusuk dapat diolah menjadi pupuk organik. Melalui program ini, warga diharapkan semakin terbiasa mengelola sampah organik dari rumah sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang.
“Sebelumnya mereka hanya dibuang atau ditimbun, dan sekarang mereka sudah mulai mengelola sampah yang harusnya dibuang, mereka kelola menjadi pupuk ataupun menjadi olahan organik” ujar Supraptiningsih selaku pegiat bank sampah.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish
