KOTA YOGYAKARTA - Puluhan ribu warga dan wisatawan memadati kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu malam. Gelaran Wayang Jogja Night Carnival atau WJNC 2026 menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta ke-270.
Ratusan peserta dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta menyuguhkan karnaval bertema pewayangan dengan gemerlap cahaya dan kostum yang memukau. Kemeriahan WJNC dimulai dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menandai dimulainya gelaran Wayang Jogja Night Carnival ke-10. Ratusan peserta kemudian bergerak menyusuri Jalan Malioboro.
Kostum pewayangan, koreografi, musik, hingga tata cahaya, berpadu menjadi pertunjukan street art yang memukau penonton.
Tahun ini, WJNC mengusung tema "Gana Kalajaya". Tema tersebut mengangkat tokoh Bathara Gana atau Ganesha, sosok yang melambangkan kebijaksanaan dan kecerdasan. Pesan yang dibawa adalah tentang keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan.
Nilai tersebut dihadirkan melalui bahasa seni, sehingga cerita pewayangan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memiliki makna bagi masyarakat.
Tahun ini, WJNC melibatkan 20 kelompok. Sebanyak 14 kelompok berasal dari kemantren di Kota Yogyakarta, sementara enam kelompok lain berasal dari luar daerah, di antaranya dari Ponorogo, Brebes, Purwokerto, hingga DKI Jakarta. Bukan sekadar menjadi hiburan, WJNC juga menjadi ruang pertemuan berbagai karya budaya.
Gelaran ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempromosikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
“Wayang Jogja Night Carnival tahun 2026 ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta dengan menganggakat tema "Gana Kalajaya", karya Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 29021. Gana Kalajaya membawa pesan ora mingkuh, yaitu tidak menghindar dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Gana dimaknai sebagai kekuatan masyarakat, Kala sebagai tantangan zaman dan Jaya sebagai kejayaan bersama,” ucap Hasto Wardoyo selaku Wali Kota Yogyakarta.
Dalam
sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dibacakan Wakil
Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, disampaikan bahwa tema "Gana Kalajaya"
memiliki makna yang mendalam.
“Di sumbu Filosofi, tradisi dihadirkan di jalan raya sehingga kisah leluhur dapat dikenang warga dari segala usia. Semoga karnaval ini menjadi ruang belajar bagi kita bersama. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai langkah kita. Selamat menikmati pertunjukan. Dirgahayu Kota Yogyakarta, Dirgahayu seluruh warga” ucap KGPAA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur DIY.
Pesta kembang api menjadi penanda berakhirnya gelaran Wayang Jogja Night Carnival 2026, sekaligus menutup rangkaian perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-270.
Reporter: Agung RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini
