KARANGANYAR, JAWA TENGAH - Dalam rangkaian Peringatan Bulan Bahasa 2026, SMA Negeri 2 Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar pagelaran wayang kulit yang melibatkan siswa, guru, kepala sekolah, hingga alumni.
Mengambil lakon “Pendadaran Sokolimo”, pagelaran ini tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga menjadi media edukasi karakter bagi para pelajar.
Melalui cerita dan tokoh pewayangan, pesan untuk menjauhi narkoba, perundungan, serta tindakan kriminal disampaikan dengan pendekatan budaya dan bahasa Jawa.
Uniknya, siswa, guru, kepala sekolah, dan alumni bersama-sama menyiapkan hingga menghidupkan pertunjukan wayang di atas panggung.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Para siswa dapat belajar dari guru dan alumni, sementara para alumni kembali berkontribusi sekaligus turut melestarikan budaya di almamaternya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kaligrafi aksara Jawa, sebagai upaya mengenalkan kembali budaya dan literasi Jawa kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan melukis aksara Jawa dengan kaligrafi, para siswa kita kumpulkan di halaman untuk membuat berbagai kreativitas aksara jawa. Semuanya berjalan dengan baik dan hasilnya juga
bagus. Ini sebagai langkah kami untuk terus melakukan edukasi, sekaligus mengenalkan
dan melestarikan aksara jawa kepada generasi Z dan milenial. Puncaknya, hari
ini kita mengadakan pagelaran wayang kulit purwa dengan tiga dalang sekaligus yang
melibatkan warga besar SMA Negeri 2 Karanganyar" ucap Sri Paminto selaku Kepala
Sekolah SMA Negeri 2 Karanganyar.
Melalui pagelaran ini, wayang kulit dihadirkan bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang belajar, membangun kebersamaan, serta menjaga tradisi agar tetap hidup di kalangan generasi muda.
Reporter: Heru Warsito RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini
