KOTA YOGYAKARTA - Gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) siap meriahkan Pemkot Yogyakarta memperketat pengawasan parkir, sekaligus meminta warga dan wisatawan mematuhi aturan selama acara berlangsung

Kawasan Malioboro akan menjadi pusat kemeriahan Wayang Jogja Night Carnival, 7 Oktober 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran seni budaya ini dipindahkan dari kawasan Tugu Jogja ke sepanjang Jalan Malioboro, mulai depan Gedung DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer.

Mengusung tema “Gana Kalajaya”, WJNC diperkirakan menarik puluhan ribu warga dan wisatawan dengan penampilan kesenian daerah dari tujuh kota di Indonesia, di antaranya Jakarta dan Ponorogo.

Untuk menjamin kelancaran acara, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas dan menutup Jalan Malioboro mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Petugas juga memantau sejumlah kantong parkir di sekitar lokasi acara.

Pengawasan parkir dilakukan untuk mencegah praktik nuthuk atau kenaikan tarif parkir secara sepihak.

“Jadi kami juga di samping ada rekan-rekan yang menjadi petugas di simpang, juga ada rekan kami yang akan melakukan pengawasan di lokasi-lokasi titik tertentu yang digunakan untuk WJNC. Terkait dengan juru parkir, petugas, dan terkait dengan tarif kita juga sudah koordinasi. Untuk sisi tarifnya sebenarnya tidak ada tarif khusus,” ujar Imanudin Aziz selaku Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Pemkot Yogyakarta meminta pengunjung menjaga kebersihan dan ketertiban, termasuk tidak merokok di sepanjang kawasan Malioboro.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menegaskan Malioboro telah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sehingga aturan tersebut perlu dipatuhi bersama.

“Kami mengajukan izin dengan mereka, bahkan kebijakan Budaya juga membantu kami untuk mengarahkan Jogoboro. Petugas kebersihannya ada 60 orang yang turut membantu pelaksanaan puncak Hari Ulang Tahun Yogyakarta. Kemudian yang kedua, melalui MC juga kita akan berulang kita sampaikan. Ketiga di media-media sosial juga akan kita lakukan imbauan-imbauan,” ujar Lucia Daning Krisnawati selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.


Reporter: Agung RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani