GUNUNGKIDUL – Potensi batik lokal Gunungkidul kini dikemas melalui gelaran fashion show yang memadukan seni busana dan keindahan alam. Kegiatan ini menjadi upaya memperluas promosi batik lokal, sekaligus mendorong UMKM dan ekonomi kreatif.
Gelaran Gunungkidul Cinta Batik digelar di kompleks Sekargama Rest Area, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul. Mengusung tema In The Forest, puluhan peraga menampilkan beragam karya batik lokal dengan motif, warna, dan desain yang mencerminkan karakter Gunungkidul.
Sekitar seratus busana diperagakan dalam gelaran ini. Batik tak hanya ditampilkan sebagai warisan budaya, namun juga sebagai produk ekonomi kreatif yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan.
Pengunjung juga diajak mengenal batik lebih dekat melalui praktik membatik dan galeri produk batik lokal. Sementara itu, bazar UMKM turut dihadirkan sebagai ruang promosi dan memperluas pasar produk masyarakat.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, menyebut perpaduan batik dan nuansa alam diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, sekaligus mendorong perajin meningkatkan kualitas karyanya.
"Batik Fashion In The Forest, jadi peragaan busana di hutan ini adalah kawasan hutan di daerah Jatiayu, sehingga kita mendapatkan value atau nilai bagaimana bahwa alam sesungguhnya tidak membatasi kita untuk berkreasi apa pun. Sehingga bisa menginspirasi para desainer untuk mengembangkan ide-ide kreatif baru, jenis-jenis inovasi batik-batik baru khas Gunungkidul” ujar Sri Suhartanta selaku Sekda Gunungkidul.
Gelaran ini menjadi salah satu upaya memperkuat batik Gunungkidul agar tak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk kreatif bernilai ekonomi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Ekosistem ini antara pengrajin, desainer, kemudian pemakai menjadi satu, sehingga ekonomi kreatif ini kemudian bisa tumbuh, kemudian juga melahirkan desainer-desainer muda di Gunungkidul yang kreatif berinovasi, sehingga nanti ada pergerakan ekonomi di Kabupaten Gunungkidul" ujar Supartono selaku Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Gunungkidul.
Reporter: Agung RBTV
Penyunting Artikel: Lindah
