GUNUNGKIDUL - Ajang Java Drag Record 2026 memasuki laga pamungkas atau putaran ketiga yang digelar di Sirkuit Nonpermanen Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, akhir pekan kemarin.
Lebih dari 900 starter dari berbagai daerah di Indonesia turut bersaing memburu catatan waktu terbaik di lintasan sepanjang 201 meter. Memasuki putaran final, persaingan berlangsung di sejumlah kelas, mulai Kejurnas, bracket, FFA, hingga kelas modifikasi outlaw.
Gelaran yang diselenggarakan Vito Indonesia ini, tak hanya mengedepankan persaingan. Aspek keselamatan juga menjadi perhatian, salah satunya dengan penyediaan penerangan saat balap berlangsung hingga malam hari.
Pereli nasional Rifat Sungkar turut hadir sebagai bintang tamu. Ia menyapa para pembalap dan tim peserta di area paddock, sekaligus mengapresiasi penyelenggaraan event serta perhatian terhadap aspek keselamatan.
“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana bisa menarik audiens dalam jumlah besar. Karena aset yang kita miliki sudah sangat luar biasa. Kalau dilihat dari fasilitas yang ada, seperti panggung dan lainnya, sebenarnya sudah sangat mendukung” ucap Rifat Sungkar selaku Pembalap Nasional.
Di putaran final, sejumlah laga digelar hingga malam hari dengan dukungan tata cahaya yang menambah kemeriahan suasana balap.
Selain memperebutkan gelar juara, para pembalap juga berpeluang membawa pulang piala, hadiah uang, serta belasan unit sepeda motor yang disediakan oleh penyelenggara.
Setelah berlangsung dalam tiga putaran sepanjang 2026, Java Drag Record akhirnya tuntas digelar. Ajang ini sekaligus menjadi ruang kompetisi, hiburan, dan pembinaan bagi perkembangan otomotif di Tanah Air.
Reporter: Agung RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini
