GUNUNGKIDUL - Kesehatan mental menjadi perhatian penting bagi generasi muda. Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menggelar kegiatan Ruang Cerita Orang Muda di Bangsal Sewokoprojo, Kabupaten Gunungkidul, sebagai wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan emosi, berbagi pengalaman, dan menyuarakan aspirasi.
Mengusung tema Youth Stories, Real Voice, Real Change, kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari kalangan anak muda dan pemangku kepentingan. Acara tersebut diselenggarakan melalui Program ASIK, bekerja sama dengan Karang Taruna Siraman, Wonosari.
Beragam aktivitas dihadirkan, mulai dari terapi seni, meditasi, pembuatan karya mandala, hingga diskusi mengenai kebijakan kesehatan mental. Kegiatan ini juga dilengkapi layanan skrining kesehatan mental dan konseling gratis.
Program Officer ASIK Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Muhammad Rafli, menjelaskan bahwa aktivitas terapi seni dirancang untuk membantu peserta mengenali dan menyalurkan emosi mereka.
“Teman-teman diajak untuk bermeditasi, kemudian merangkai art mandala. Tujuannya adalah merilis emosi mereka. Kemudian, di sesi kedua ada talkshow kebijakan kesehatan mental dengan narasumber dari Dinas Kesehatan, Psikolog, dan teman-teman muda sendiri,” ujar Rafli, selaku Program Officer ASIK Pusat Rehabilitasi YAKKUM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi kesehatan jiwa dapat diperluas melalui sekolah dan komunitas kepemudaan.
“Harapan kami, mudah-mudahan ini bisa direplikasi ke sekolah-sekolah dan komunitas karang taruna, sehingga bisa memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa di masing-masing wilayah,” ujar Ismono, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.
Salah satu peserta, Ayudia Wulandari, perwakilan Karang Taruna, mengaku memperoleh pengalaman baru dalam mengelola emosi. Menurutnya, kesehatan mental penting karena turut memengaruhi kondisi fisik seseorang.
Melalui kegiatan Ruang Cerita Orang Muda, YAKKUM berharap suara dan pengalaman generasi muda dapat menjadi pertimbangan dalam membangun kebijakan kesehatan mental yang lebih inklusif dan responsif.
Reporter: TIM LIPUTAN KABAR JOGJA RBTV
Penulis Naskah: Dyna Mulia Safitri
