SUKOHARJO - Puluhan orang anak yatim akibat Covid-19 di Sukoharjo, Jawa Tengah, berkumpul dan mendoakan jurnalis hilang. Meski pencarian sudah dihentikan, mereka masih menyimpan harapan agar jurnalis yang meliput erupsi Anak Gunung Krakatau tersebut dapat selamat.
Sebagai bentuk kedukaan terhadap profesi jurnalis, 20 orang anak yatim, berkumpul di Sanggar Bhinneka, Sukoharjo. Mereka mendoakan lima orang jurnalis, yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mereka menyalakan lilin, sebagai simbol harapan. Para anak yatim tersebut juga membawa poster berisi harapan agar mereka dapat selamat meski proses pencarian saat ini sudah dihentikan.
Selain itu, doa juga mengumandang untuk keluarga, sahabat, serta seluruh pekerja media yang ikut merasakan kedukaan. Mereka berharap semua pihak diberi ketabahan, dan keikhlasan.
“Semoga cepat ketemu, selamat.” ujar Rahma selaku anak yatim korban Covid-19.
Dalam kegiatan ini, anak-anak juga menuliskan harapan mereka kepada lima orang jurnalis yang hilang. Sebagai simbol turut berduka, mereka juga memberikan bunga kepada awak media yang meliput kegiatan.
“Apa yang dirasakan keluarga, kita rasakan juga. Maka jadi yatim kita ajak untuk mendoakan, sebagaimana kita ketahui. Semoga ya, insya Allah yang namanya doa anak yatim tembus langit. Semoga teman-teman dan adik-adik anak yatim benar-benar membawa berita yang bagus di besok harinya.” ujar Agus Widanarko Selaku Koordinator Acara.
Proses pencarian kelima orang jurnalis, serta sejumlah awak kapal yang hilang di Selat Sunda sudah resmi dihentikan. Meski tanpa tanda keberadaan, pihak keluarga sudah mengaku ikhlas.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
