Wali Kota Solo, Respati Ardi, meninjau langsung pengelolaan sampah di Sangkrah dan Semanggi. Dirinya menilai, pengelolaan sampah di dua kelurahan tersebut mampu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.

Warga Sangkrah dan Semanggi memilah sampah dan mengelola sampah organiknya menjadi pakan magot dan pupuk kompos.

Sementara sampah non-organik, warga manfaatkan menjadi barang bernilai, seperti membuat pot tanaman. Nantinya, warga menggunakan pot tersebut untuk menanam sayur dan buah. 

Respati mengapresiasi inisiatif warga Sangkrah dan Semanggi. Selain memiliki nilai ekonomi, gerakan ini dapat menjadi solusi jangka panjang, agar tidak terjadi kebakaran di TPA Putri Cempo. 

”Jadi ini sedikit unik, lahannya mini tapi bisa punya nilai ekonomi yang luar biasa, 80 kilo per minggu, satu RW enam RT, dan rata-rata penjualan 6 ribu sampai 10 ribu per kilonya. Dan ini ternyata menjadi salah satu solusi kontribusi masyarakat kalau kita melihat contoh nyata TPA yang terbakar itu karena gas metana yang lama tertumpuk di sana. Maka dari itu perlu gerakan masif dari masyarakat untuk pengelolaan di hulu sehingga setelah ini tidak ada lagi kebakaran” ujar Respati Ardi selaku Wali Kota Solo.

Respati menjadikan pengelolaan sampah di dua wilayah ini sebagai percontohan. Selain itu, diharpakan dengan pengelolaan sampah di hulu dapat megurangi resiko kebakaran di TPA.

Reporter : Rizki Budi Pratama RBTV

Penyunting Artikel : Danish