Kota yogyakarta - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta tak hanya diisi seremoni. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Malam Berbagi Jogja sebagai wujud nyata tagline HUT ke-270, “Otentik Konkret”.

Malam Berbagi Jogja berhasil menghimpun donasi sebesar Rp909.027.500,00. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu warga, di antaranya melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Penggalangan dana melibatkan pengusaha, mitra usaha, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Yogyakarta. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau warga yang belum dapat difasilitasi melalui Anggaran Pemerintah.

Salah satu kendala dalam program bedah rumah adalah legalitas lahan. Sejumlah rumah tidak layak huni belum memiliki sertifikat tanah, sehingga tidak memenuhi syarat mendapatkan bantuan dari APBD.

Pemkot Yogyakarta menargetkan hingga akhir 2026 renovasi dapat menyasar hingga 200 unit rumah tidak layak huni. Sementara itu, Baznas menargetkan sekitar 52 unit rumah dapat dibedah hingga akhir tahun.

“Hanya sekali ya, warga masyarakat yang tidak bergerak sama sekali masalah rumah ini. Karena dia mau dibantu pakai APBD dan APBN sertifikatnya tidak ada, jadi tidak terpenuhi. Yang kedua, dia untuk makan aja ibaratnya sudah pas-pasan, hidup bertahun-tahun itu ibaratnya dia sampai akhir hayat pun tidak punya harapan dan tidak punya mimpi bisa membangun rumanya. Tapi dengan kehadiran Baznas sama kita semua, hadir tanpa ada APBD dan APBN, itu betul-betul di luar dugaan,” ujar Hasto Wardoyo selaku Wali Kota Yogyakarta.

Selain bedah rumah, donasi juga dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan, mulai dari keperluan sekolah hingga biaya pendidikan di perguruan tinggi, sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Inisiasi yang lain bergerak bersama-sama, termasuk masyarakat di sekitar rumah-rumah seperti itu, karena kebanyakan juga rumah-rumah seperti itu berada di Lokasi-lokasi yang tidak jauh dari rumah-rumah mewah atau perhotelan. Nah, itu yang perlu kita sadari bersama, di balik kemewahan yang ada di Yogyakarta ini ternyata ada angka yang perlu kita penuhi,” ujar Abdul Samik selaku Kepala Baznas Kota Yogyakarta.

Malam Berbagi Jogja menjadi salah satu wujud perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dengan menempatkan kepedulian sosial sebagai makna nyata “Otentik Konkret”. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat diwujudkan menjadi rumah yang lebih layak dan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi warga.

 

Reporter: Agung RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani