KARANGANYAR, JAWA TENGAH - Ratusan anggota Pengamanan Terate (Pamter), PSHT cabang Karanganyar pusat Madiun, menggelar Temu Kadhan Pamter 106, di Balai Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Kegiatan ini menjadi momentum komitmen menjalankan tugas secara profesional dan tanpa kekerasan.

Pengamanan Terate memiliki peran dalam mengamankan berbagai kegiatan dan aset organisasi PSHT. Namun, anggota diminta tetap mengedepankan profesionalitas dan kesantunan, serta menghindari tindakan kekerasan dalam menjalankan tugas.

Komandan Pamter 106 Karanganyar pusat Madiun, Agus Pramono Jati atau Agus Bereng, menyebut kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antaranggota. Ia menegaskan, Pamter harus memiliki satu hati dan satu komando dalam menjalankan tugas.

“Pamter kami sebatas Cuma 800-an, ini perlu kerjasama antara TNI, Polri dengan Pamter harus bersinergi. Pastinya kami belum sempurna, tapi kami akan mencoba terkait dengan pengurangan insiden ataupun kenyamanan masyarakat” ujar Agus Pramono Jati selaku Komandan Pamter 106.

Sementara itu, Ketua PSHT cabang Karanganyar pusat Madiun mengingatkan sikap tegas dapat ditunjukkan tanpa menggunakan kekerasan. Pamter juga didorong memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

“Kita menghindari, kita Pancasila, kita menjaga, yang diluar Pancasila itu adalah musuh kita, harus kita perangi. Pancasila dengan beraneka ragam budaya, termasuk agama, itu satu kesatuan yang harus kita jaga” ujar Sutarmo selaku Ketua PSHT cabang Karanganyar.

Temu Kadhang Pamter 106 diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga mendorong anggota Pamter semakin profesional, santun, dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya di masyarakat.

Reporter : Heru Warsito RBTV

Penyunting Artikel : Danish