YOGYAKARTA - Langkah awal Charlotte Hornets dalam menyongsong musim baru liga basket profesional Amerika Serikat dipastikan tak mulus. Menjelang laga pembuka musim reguler melawan Brooklyn Nets, suasana di kubu Hornets diselimuti sedikit kecemasan. Dua pengatur serangan andalan mereka, Kon Knueppel dan Coby White, dipastikan hanya bisa menonton rekan-rekannya dari bangku penonton akibat cedera yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi para penikmat bola basket, ketiadaan dua guard inti ini jelas memancing perhatian. Knueppel, yang tampil luar biasa musim lalu hingga memecahkan rekor rookie dalam tembakan tiga angka, masih harus bersabar. Meski sudah mulai kembali melatih fisik secara mandiri, masalah hamstring di kaki kirinya membuat tim medis belum memberi lampu hijau untuk bertanding secara resmi. Kehilangannya tentu menjadi celah cukup besar dalam skema serangan yang biasa dibangun Hornets.

Nasib serupa menghampiri Coby White. Pemain yang didatangkan dari Chicago Bulls pertengahan musim lalu itu mengalami cedera betis kiri saat menjalani pemusatan latihan awal bulan ini. Cedera tersebut memaksa White absen sepanjang laga pramusim. Padahal, peran White sangat krusial dalam membawa angin segar bagi tim, termasuk aksi penentunya di babak play-in sebelum ia menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang.

Situasi ini tak pelak memaksa jajaran pelatih Charlotte Hornets untuk memutar otak lebih cepat. Tanpa Knueppel dan White, beban berat kini berada di pundak para pemain pelapis. Mereka dituntut untuk tampil solid dan menjaga ritme permainan tim sejak menit awal.

Laga pembuka ini pun berubah menjadi panggung pembuktian bagi kedalaman skuad Hornets. Di tengah himpitan krisis lini belakang, para pendukung kini menantikan kejutan apa yang akan disajikan tim kesayangan mereka untuk melewati ujian pertama musim ini.

Kendati harus melangkah dengan pincang di awal musim, situasi ini justru menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda dan pelapis Hornets untuk mencuri perhatian. Kepercayaan yang diberikan tim kepelatihan di laga penting ini bisa menjadi bahan bakar semangat baru bagi mereka. Pada akhirnya, laga perdana nanti bukan sekadar tentang seberapa besar dampak kehilangan Knueppel dan White, melainkan tentang seberapa tangguh karakter serta kebersamaan skuad Hornets saat diuji sejak peluit pertama dibunyikan.

Di sisi lain, tekanan ini sekaligus menjadi panggung emas bagi para pemain pelapis untuk membuktikan kapasitas diri di bawah sorotan lampu stadion. Dukungan tak henti dari para penggemar yang memadati tribun tentu akan menjadi suntikan energi vital bagi tim asuhan pelatih utama tersebut. Apakah strategi darurat ini mampu membungkam keraguan dan mengamankan kemenangan manis di laga perdana, atau justru mempertegas lubang besar di lini belakang Hornets, semuanya akan terjawab saat peluit pertama akhirnya dibunyikan.

Penulis Artikel: Widya Zahra Saharani