YOGYAKARTA - Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membuat batas antara dunia kerja dan kehidupan pribadi makin kabur. Penggunaan gawai dan aplikasi pesan singkat membuat seseorang dapat dihubungi terkait urusan pekerjaan kapan saja dan di mana saja; bahkan di luar jam kerja resmi. Kondisi ini jika dibiarkan secara terus-menerus dapat memicu stres tingkat tinggi, kelelahan mental, serta kondisi burnout yang merusak kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.
Untuk mencegah dampak buruk tersebut, kemampuan memasang batas yang tegas antara pekerjaan dan waktu pribadi menjadi keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap pekerja modern. Memasang batas bukan berarti menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab atau malas bekerja. Sebaliknya, hal tersebut merupakan upaya menjaga kesehatan mental dan fisik agar kinerja tetap optimal saat jam kerja berlangsung. Seseorang yang memiliki waktu istirahat yang cukup akan jauh lebih produktif dan kreatif.
Langkah awal yang dapat diterapkan adalah membuat aturan yang jelas untuk diri sendiri dan rekan kerja mengenai komunikasi di luar jam kerja. Mematikan notifikasi aplikasi pekerjaan pada malam hari atau saat akhir pekan merupakan cara yang sangat efektif untuk memberi sinyal pada otak bahwa waktu bekerja telah usai. Selain itu, sediakan waktu khusus untuk melakukan aktivitas yang disukai; seperti berolahraga, membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga; tanpa terganggu oleh urusan kantor.
Di lingkungan kerja remote atau kerja dari rumah, menciptakan ruang kerja khusus juga sangat membantu secara psikologis. Hindari bekerja di atas tempat tidur agar otak dapat membedakan antara tempat untuk fokus bekerja dan tempat untuk beristirahat. Ketika jam kerja selesai, tutuplah laptop dan tinggalkan area kerja tersebut sebagai tanda bahwa aktivitas profesional hari itu telah berakhir.
Pada akhirnya, menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi adalah bentuk investasi jangka panjang bagi kesehatan jiwa dan raga. Pekerjaan memang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi kesehatan dan kebahagiaan pribadi tidak boleh dikorbankan. Dengan berani memasang batas yang sehat, seseorang dapat meraih kesuksesan karier tanpa harus kehilangan kenyamanan dalam kehidupan pribadinya.
Penulis Artikel: Widya Zahra Saharani

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.