YOGYAKARTA - Kesibukan kuliah, pekerjaan, hingga aktivitas di depan layar sering membuat generasi Z kesulitan meluangkan waktu untuk berolahraga. Padahal, menjaga kebugaran tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran atau dengan peralatan mahal. Berbagai gerakan sederhana di rumah bisa menjadi pilihan untuk tetap aktif di tengah rutinitas sehari-hari.

Olahraga kerap dianggap membutuhkan waktu khusus, tempat yang memadai, serta perlengkapan tertentu. Anggapan tersebut dapat membuat sebagian anak muda menunda aktivitas fisik. Padahal, olahraga sederhana bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan ruang yang tersedia dan menyesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh.

Beberapa latihan yang bisa dicoba antara lain squat untuk melatih otot kaki, wall push-up dengan bertumpu pada dinding, serta jumping jacks untuk meningkatkan aktivitas tubuh. Jalan cepat di sekitar rumah dan naik turun tangga juga dapat menjadi pilihan, selama dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan kondisi fisik.

Aktivitas fisik secara rutin memiliki beragam manfaat, mulai dari membantu menjaga berat badan, mengontrol tekanan darah, hingga mendukung kesehatan otot dan sendi. Bergerak secara teratur juga dapat membantu mengelola stres dan mengurangi kecemasan.

Bagi orang dewasa berusia 18-64 tahun, rekomendasi aktivitas fisik adalah 150-300 menit dengan intensitas sedang setiap minggu. Durasi tersebut dapat dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai jadwal dan kemampuan masing-masing. Bagi yang belum terbiasa berolahraga, memulai dari durasi singkat dan meningkatkan intensitas secara bertahap dapat menjadi langkah awal.

Selain menentukan waktu, konsistensi menjadi hal penting dalam membangun kebiasaan olahraga. Generasi Z dapat menyisihkan waktu di sela-sela kuliah atau pekerjaan, mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama, dan memilih aktivitas yang disukai agar lebih mudah dilakukan secara rutin.

Sebelum memulai latihan, lakukan pemanasan dan pastikan area olahraga aman serta tidak licin. Pilih gerakan sesuai kemampuan, hindari memaksakan tubuh, dan hentikan latihan apabila muncul rasa sakit atau keluhan yang tidak biasa.

Pada akhirnya, menjaga kebugaran tidak harus selalu identik dengan biaya besar atau fasilitas khusus. Dengan memanfaatkan ruang di rumah dan meluangkan waktu secara konsisten, generasi Z dapat mulai membangun kebiasaan hidup aktif di tengah kesibukan sehari-hari.

PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI