Masa remaja merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Pada tahap ini, tubuh mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik maupun mental. Salah satu hal yang perlu diperhatikan selama masa tersebut adalah aktivitas fisik. Kebiasaan bergerak dan berolahraga secara teratur dapat membantu mendukung kesehatan serta perkembangan remaja.

Aktivitas fisik dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti berjalan kaki, bersepeda, berlari, berenang, bermain bulu tangkis, hingga mengikuti kegiatan olahraga di sekolah. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara individu maupun bersama teman dan keluarga. Remaja juga dapat memanfaatkan fasilitas olahraga di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah untuk membiasakan diri lebih aktif bergerak.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan anak-anak dan remaja berusia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat rata-rata minimal 60 menit setiap hari sepanjang minggu. Aktivitas tersebut sebagian besar berupa kegiatan aerobik. WHO juga menganjurkan aktivitas yang dapat memperkuat otot dan tulang setidaknya tiga kali dalam seminggu.

World Health Organization+1

Aktivitas fisik memiliki berbagai manfaat bagi tumbuh kembang remaja. Selain membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, olahraga juga dapat memperkuat otot dan tulang serta mendukung koordinasi gerak tubuh. Kebiasaan aktif bergerak juga berkaitan dengan kesehatan mental, seperti membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta meningkatkan suasana hati.

Di tengah perkembangan teknologi, remaja semakin banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital, seperti telepon genggam, komputer, dan televisi. Penggunaan perangkat tersebut untuk belajar maupun hiburan sering membuat waktu duduk menjadi lebih panjang. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menyeimbangkan kegiatan digital dengan aktivitas fisik agar tubuh tidak terlalu lama berada dalam kondisi kurang bergerak.

Peran keluarga dan lingkungan sekolah juga diperlukan untuk membangun kebiasaan tersebut. Orang tua dapat memberikan contoh dengan melakukan olahraga bersama, sedangkan sekolah dapat menyediakan kegiatan olahraga yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan siswa. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat membuat remaja lebih termotivasi untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Membiasakan aktivitas fisik sejak masa remaja merupakan salah satu langkah untuk membangun pola hidup sehat hingga dewasa. Kegiatan olahraga tidak harus selalu dilakukan dengan latihan berat atau menggunakan peralatan khusus. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten, disesuaikan dengan kondisi tubuh, dan terasa menyenangkan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja.

Penulis Artikel: Purnasari Nuraini.