KULON PROGO - Setelah tujuh bulan dilanda kemarau panjang, warga Dusun Junut dan Pagutan, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, kini mulai kembali menggarap lahan pertanian. Hujan yang turun dalam tiga hari terakhir membawa harapan baru bagi warga untuk kembali bertani dan memulihkan perekonomian.
Hujan yang turun selama tiga hari terakhir membawa harapan bagi warga Dusun Junut dan Pagutan, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. Warga mulai menyiapkan lahan sawah dan kebun untuk kembali ditanami berbagai komoditas pertanian.
Selama tujuh bulan dilanda kemarau, sejumlah sumber air yang biasanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan kebun mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat aktivitas pertanian warga terganggu.
Salah satunya Muh Jawadi, warga Dusun Junut, yang kini mulai menanam cabai dan padi. Baginya, turunnya hujan menjadi berkah yang telah lama dinantikan, sekaligus membuka kembali kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari hasil pertanian.
“Sekarang sudah mulai hujan. Ini saya bersiap-siap untuk menanam cabai kalau nanti hujan turun lagi. Sebelumnya, lahan-lahan di sini kering selama kurang lebih tujuh bulan sehingga tidak bisa ditanami apa-apa,” ujar Muh Jawadi selaku Warga dan Petani.
Harga cabai yang relatif tinggi menjadi harapan warga untuk menambah pendapatan. Sementara itu, tanaman padi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Meski hujan mulai turun, warga berharap curah hujan dapat terus berlangsung secara merata. Dengan demikian, lahan pertanian kembali produktif dan perekonomian masyarakat berangsur pulih.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.